Indonesian Folktales

Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Wednesday, June 22, 2016

TOLONG! SAYA MAU MELEDAK!



Semua orang bisa marah dan bahkan pernah sampai meledak-ledak. Marah adalah reaksi alamiah yang jika tidak diekspresikan secara konstruktif, bisa menjadi hal yang merugikan baik buat diri sendiri mau pun lingkungan sekitar. 
Amarah yang tak terkendali bisa membuat kesehatan tubuh kacau balau. Begitu juga dengan amarah yang terpendam. Jadi apa yang bisa kita lakukan saat amarah mulai menguasai kita?

Relaksasi
Teknik relaksasi sederhana, seperti pengaturan nafas dan teknik visualisasi dapat meredakan amarah.


Cobalah langkah ini:
-Bernafaslah perlahan dari perut
-Ucapkan kata-kata menenangkan seperti “saya tenang dan damai” kepada diri sendiri sambil terus bernapas perlahan
-Bayangkan hal-hal yang membuat hati nyaman dan merasa sejuk

Menyibukkan diri
Kadang, amarah bisa datang begitu cepat dan tanpa kita sadari kita sudah siap meledak. Pada saat darurat seperti ini, cobalah mengalihkan pikiran dari objek yang memicu kemarahan ke hal lain. Kita bisa mengambil secarik kertas dan mulai mencorat-coret dengan menggunakan pensil atau apa pun yang tersedia pada saat itu. Atau kamu juga bisa keluar ruangan sebentar dan berjalan kaki, melihat-lihat sekitar sambil menghirup udara segar.

Menulis
Menumpahkan kata-kata makian saat sedang marah ke atas kertas bisa menjadi alternatif penyaluran yang sangat aman dan praktis. Tulislah semua uneg-uneg tanpa perlu dipikir. Biarkan tangan kita menjadi saluran untuk membersihkan hati dan pikiran kita dari luapan amarah. Setelah itu, kertas tadi bisa kita robek-robek lalu buang. Dijamin perasaan akan lebih enteng setelahnya.


Nah, sudah lebih lega sekarang? Jika sudah merasa lebih tenang, ada baiknya kita meluangkan waktu untuk merenungkan hal yang memicu amarah kita tadi. Luangkan waktu untuk introspeksi diri juga. Dan jika pikiran dirasa sudah cukup jernih dan hati sudah cukup tentram, bicarakanlah duduk permasalahannya secara baik-baik dengan pihak yang membuat kita marah. 

Amarah juga seringkali timbul akibat kita tidak sepenuhnya mengenal sifat kita sendiri.  Gunakan kesempatan ini untuk mengenal diri sendiri lebih dalam sehingga kita juga nantinya menjadi pribadi yang sabar dan mau mengerti serta memahami orang lain.


Sunday, January 15, 2012

Apakah Anda Seorang Empath ?


Diadaptasi dari Buku karangan Dr. Judith Orloff « Emotional Freedom :Liberate Yourself From Negative Emotions and Transform Your Life » (Three Rivers Press, 2011)

Kaum empath adalah individu yang sangat peka, terutama terhadap emosi. Mereka mampu merasakan segalanya bahkan terkadang sampai ke titik ekstrim. Dan mereka sendiri biasanya bingung dan tidak dapat menjelaskan apa yang mereka rasakan. Kaum empath menggunakan intuisi sebagai filter dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Pada umumnya, mereka terlahir dengan sifat memberi, matang secara spiritual dan mereka adalah pendengar yang baik. Jika Anda membutuhkan sebuah hati yang lapang, Anda bisa mendapatkannya dari seorang empath. Mereka adalah teman yang akan selalu ada di sisi Anda baik dalam suka maupun duka. Empath memiliki sifat pengasuh yang sangat tinggi.

Ciri khas seorang empath adalah bisa mengetahui sifat asli seseorang. Beberapa empath dapat mengetahui hal ini tanpa harus ikut merasakan emosi atau perasaan orang lain. Namun, biasanya kaum empath seperti saya dan banyak pasien saya lainnya, hidup seperti spons yang menyerap emosi negatif orang lain. Dan hal ini sering kali mengalahkan kemampuan kami menyerap emosi-emosi positif dan hal-hal indah lainnya. Jika kaum empath dikelilingi kedamaian dan cinta kasih, tubuh mereka dapat mengasimilasi emosi ini hingga berguna untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka. Sebaliknya, dalam lingkungan yang sarat emosi negatif, kaum empath mudah merasa terancam dan  kelelahan. Dan secara tidak sadar, sebagai salah satu bentuk pertahanan, banyak kaum empath yang menaikkan berat badan sebagai tameng. Saat berat badan mereka lebih ringan, mereka cenderung lebih rentan terhadap emosi negatif. Hal ini juga yang menjadi salah satu pemicu timbulnya pola makan berlebihan yang saya gali di buku saya yang berjudul Positive Energy. Ditambah lagi, kepekaan kaum empath bisa meluap-luap saat menjalani suatu hubugan romantis. Oleh karena itu banyak dari mereka memilih hidup melajang karena belum mampu mengelola keunikan kepekaan ini dengan pasangannya.

Ketika empath menyerap dampak emosi negatif, mereka bisa terserang panik atau panic attack, menderita depresi, pola makan, perilaku seks serta konsumsi obat-obatan yang berlebihan, dan mereka juga dapat menderita berbagai gejala penyakit fisik yang tak terdeteksi secara medis maupun tradisional dari kelelahan hinggga agoraphobia. Karena saya sendiri adalah seorang empath, saya ingin membantu para pasien yang juga kaum empath untuk bisa mengelola kepekaan mereka agar mereka dapat hidup dengan nyaman.

Empati tak selalu harus membuat Anda merasa kewalahan. Sejak saya mulai bisa memusatkan diri dan mengalihkan perhatian dari emosi negatif orang-orang di sekitar saya, empati terus menerus membuat saya merasa lebih bebas, lebih memiliki rasa cinta kasih, vitalitas dan membuat hidup saya penuh dengan keajaiban. Untuk mencari tahu apa Anda termasuk seorang empath, silakan isi kuis di bawah ini.

KUIS: APA SAYA SEORANG EMPATH?
Tanyakan diri Anda?
  • Apa saya selalu dianggap sebagai orang yang “terlalu emosional” atau terlalu sensitif?
  • Jika seorang teman sedang bermasalah, apa saya juga mulai merasakan hal yang sama?
  • Apa perasaan saya mudah tersakiti?
  • Apa saya merasa lelah secara emosional jika berada di tengah keramaian dan apa saya memerlukan waktu untuk menyendiri untuk memulihkan diri?
  • Apa syaraf-syaraf saya mudah tegang karena suara, bau atau pembicaraan yang berlebihan?
  • Apa saya lebih suka jika memiliki kebebasan meninggalkan suatu acara kapanpun saya mau?
  • Apa saya suka makan berlebihan untuk meredakan stress?
  • Apa saya takut menjalani hubungan asmara?
Jika jawaban Anda adalah “Ya” untuk 1-3 dari pertanyaan di atas, maka Anda setidaknya memiliki karakter seorang empath. Jika jawaban Anda untuk lebih dari 3 pertanyaan di atas adalah “Ya” maka Anda telah menemukan tipe emosi Anda.

Dengan menyadari bahwa Anda adalah seorang empath, Anda telah mengambil langkah pertama untuk mengendalikan emosi Anda dan untuk berhenti tenggelam dalam emosi-emosi yang tidak diinginkan. Dengan memusatkan diri pada empati, Anda dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hubungan Anda.

Tahapan Tindakan Emosional. Cara Menemukan Keseimbangan.

Terapkan langkah-langkah berikut untuk memusatkan diri.
  • Luangkan waktu untuk menyendiri dan melepaskan ketegangan emosi. Biasakan untuk rehat sebentar di sela-sela kegiatan harian Anda. Anda bisa berjalan-jalan di area kantor, merenggangkan tubuh atau keluar ruangan untuk sekedar menghirup udara segar. Rangkaian istirahat pendek ini akan mengurangi stimulasi berlebihan yang terus-menerus ada di sekitar Anda.
  • Meditasi Pendek. Jika Anda merasa kwalahan karena emosi yang berlebihan, cobalah bermeditasi selama beberapa menit. Meditasi pendek dapat membantu Anda memusatkan diri agar Anda tidak menyerap energi orang lain.
  • Ketahui dan hormati kebutuhan Anda sebagai seorang empath. Lindungi kepekaan Anda dengan cara:
    • Jika seseorang terlalu banyak menuntut atau meminta dari Anda, Anda bisa dengan sopan mengatakan “tidak”. Anda juga tidak perlu memberikan penjelasan. Seperti kata pepatah, “Tidak adalah sebuah kalimat lengkap.”
    • Jika durasi kenyamanan Anda dalam bersosialisasi adalah maksimal tiga jam – bahkan jika Anda menyukai orang-orangnya – Anda selalu boleh pergi kapanpun Anda mau.
    • Jika berada di keramaian menimbulkan perasaan tidak nyaman, cobalah mengkonsumsi makanan tinggi protein sebelumnya (makanan tinggi protein dapat membantu Anda grounding atau lebih menjejak bumi). Anda juga bisa memilih untuk duduk di sudut ruangan. Hindari berdiri atau duduk di tengah-tengah atau pusat keramaian.
    • Jika Anda merasa terganggu oleh aroma parfum tertentu, Anda bisa dengan sopan meminta teman Anda agar tidak memakai parfum dengan aroma tersebut saat bertemu dengan Anda. Atau jika Anda tidak bisa menghindarinya, cobalah berdiri atau duduk di dekat jendela atau Anda bisa keluar ruangan sebentar untuk menghirup udara segar.
    • Jika Anda punya kecenderungan makan berlebihan untuk menghalau rasa tidak nyaman dari energi negatif yang Anda rasakan, Anda bisa bermeditasi sebentar sebelum memutuskan untuk makan. Untuk berjaga-jaga, Anda juga bisa meletakkan alas meditasi atau kursi di ruang makan supaya Anda bermeditasi dan menahan diri untuk mengemil.
    • Ciptakan sebuah ruang pribadi di rumah. Dengan begitu, Anda tidak kelelahan karena merasa selalu dikelilingi anggota keluarga. (Bab 8 membahas tentang tata letak hunian nontradisional yang sesuai bagi kenyamanan seorang empath)
Seiring waktu, Anda bisa menambahkan poin-poin yang sesuai dengan pengalaman Anda ke dalam daftar ini agar Anda dapat terus mengembangkan tingkat kenyamanan Anda. Anda tak perlu menerapkan semuanya setiap kali Anda merasa terbebani secara emosi. Dengan sedikit demi sedikit menerapkan sebagian dari langkah-langkah di atas, kaum empath dapat lebih cepat merasa nyaman, aman dan dapat mengembangkan potensi mereka sepenuhnya.

sumber: http://www.drjudithorloff.com/Free-Articles/emotional-empath-EF.htm