Indonesian Folktales

Friday, June 5, 2015

Puisi Subuh

Lepas
tak berpanjat
Mengembara tak bertujuan
ikuti rasa
manut pada nurani

Meski mentari dan bulan setia menemani
dan tanah tanpa lelah menopang jasmani
Tanyaku belum juga terhenti

Wahai Kau, di mana kaumku?
Mengapa sebatang kara menjadi takdirku?

Kemudian nurani tak bertuan
Yang racaunya biasa tak kuhiraukan
Hari ini terdengar menggelegar

Wahai kamu, 
Jiwa yang merdeka berjalan hanya denganKu





-Kolong langit subuh, 5 Juni 2015



Thursday, June 4, 2015

Langit Malam dan Mama

"Langitnya cantik deh, Ma. Banyak bintangnya. Lihat, deh."

"Iya, sebentar. Mama pakai baju hangat dulu."


Aku dengan sabar menunggu Mama di halaman. Sambil menghirup sejuknya udara malam sehabis hujan, tatapanku menyapu angkasa yang pada saat itu berkilauan seperti beludru hitam bertaburan intan.

"Oh iya ya! Terang betul bintang-bintangnya! Apalagi yang tiga itu," tunjuknya ke langit Barat. Di sana ada tiga bintang yang luar biasa terangnya jika dilihat dari rumah kami.

"Ma, tahu gak? Itu bukan bintang, lho. Yang kelihatan paling besar dan terang itu planet Venus.  Nah, yang di atasnya dan kelihatan lebih kecil itu Jupiter. Dan di sebelah sana yang agak jauh tapi berwarna biru terang itu adalah Sirius." 

"Oh ya? Waaah..."

Ingatanku melayang ke malam 30 tahun yang lalu. Bedanya, malam itu kami bertukar posisi. Dulu, setiap langit malam sedang cerah, Mama rajin mengajakku ke halaman. Dengan lembut dia bercerita tentang nama-nama rasi bintang, planet dan bagaimana mengenalinya dari sini, dari halaman rumah kami. Mendengarkan Mama sambil memandangi langit malam melalui teleskop kecilku adalah momen yang penuh keajaiban.

Kini kulihat matanya tak berpaling dari langit malam. Mendengarku menjelaskan apa yang sedang dilihatnya, senyumnya melebar dan matanya berbinar.

"Ma, tahu gak apa yang lebih cantik dari langit malam?" tanyaku perlahan.

"Ah buat Mama sih langit seperti ini sudah yang paling indah dilihat," jawabnya tetap tak melepas pandangan dari angkasa.

Aku memeluk tubuh mungilnya yang termakan usia,

Lalu kukatakan kepadanya,

"Buatku, mata dan senyuman Mama tetap yang paling indah dilihat." 


-Untuk Mama

Tuesday, June 2, 2015

Jangan Takut, Tika

Mimpi yang panjang bagi seorang Tika. Padahal dia hanya tertidur 2,5 jam. Tapi aku tahu, waktu di dunia nyata tak berlaku di alam lain.Selama 2,5 jam di alam astral itu pastilah dirinya merampungkan tugas yang setara kegiatan satu hari penuh.

Sekarang baru pukul 02.00 dini hari dan Tika mati gaya. 
Sampai saat ini dia belum juga paham mengapa selalu saja ada sesuatu yang membangunkannya di kisaran waktu yang sama: antara tengah malam hingga pukul 03.00. 
Jika bukan aku yang selalu merasa lapar di jam-jam absurd dan kemudian membangunkannya, toh dia akan tetap terbangun sendiri tengah malam. Tubuhnya seakan punya kesadaran untuk bangun pada waktu-waktu tertentu. 


Tapi kali ini lucu. Kukira dia akan tidur sampai pagi karena tidurnya tadi tampak lelap sekali. Dugaanku keliru. Setelah 2,5 jam terlelap, tahu-tahu manusiaku ini terduduk tegap dengan tegang. Dia memegang dada lalu bibirnya tak henti-hentinya mengucap doa. Nampaknya untuk menenangkan diri sendiri. Pastilah sesuatu yang besar telah terjadi di alam astral.


Aku sengaja merapatkan tubuh ke lengannya. Semoga dengan merasakan hangat dan lembutnya bulu-buluku, dia bisa merasa lebih rileks. 


"Mimpiku tadi sadis, Oren. Penuh kekerasan. Ada banyak kejahatan dan pembantaian. Dan aku di sana berusaha mengumpulkan dan melindungi orang-orang yang terpisah dari keluarganya." Bisiknya gemetar sambil membelaiku.
Ya... Ya... Tika. Andai aku bisa bicara. Akan kuucapkan banyak penghiburan agar damai hatimu. Andai bisa, akan kuungkapkan rahasia-rahasia hidup yang sebenarnya kau ketahui namun kau memilih "pura-pura tidak tahu" karena kau "masih" takut. Andai bisa kukatakan kepadamu, Tika, bahwa kepekaanmu tak perlu menjadi sebuah kutukan dan bahwa kau ditakdirkan menolong banyak orang dengan intuisimu itu, andai saja kau sedikit lebih berani. 
Ah sudahlah. Biar waktu yang mematangkan keberanianmu. 


Serba salah memang jika punya sifat penakut tapi dianugrahi beragam kemampuan persepsi ekstra sensorik. Semua pesan-pesan semesta jadi butuh waktu lama untuk dapat dia mengerti. Kalau bahasa slank manusianya, Tika ini cenderung telmi dalam memahami ketajaman intuisinya sendiri. Bukan, bukan karena dia bodoh, tapi karena keberaniannya selalu muncul belakangan.



"Oren, kau tetap di sini ya. Jangan tidur duluan. Tunggu aku, aku mau ambil air wudhu lalu salat Tahajud. Rasanya untuk itu aku selalu terbangun jam segini."
Andai bukan kucing, saat itu aku mungkin akan mengelus dada.



Jakarta, 2 Juni 2015

Monday, June 1, 2015

Badai di Buminya Bima

Bumi kembali memancarkan gelombang itu.  Bima dapat merasakannya. 
Bima yakin sekali, kali ini gejolak yang dirasanya ini milik Bumi. Hanya Bumi yang punya pancaran gelombang sekuat ini dan sampai bisa membuat tubuhnya bereaksi.  

"Badai lagi... lebih besar dari yang sudah-sudah, rupanya."

Pantas saja beberapa malam ini Bima teringat akan Bumi. "Rumah" bagi jiwa lelahnya yang telah lama ia tinggalkan. Beginilah adanya setiap kali Bumi dilanda badai. Meski Bima tak sedang memikirkannya, tubuhnya yang peka seolah tahu apa yang sedang terjadi pada Bumi. 

Bima mulai merasa sulit bernafas. Dadanya terasa berat dan hatinya gelisah. Andai ia bisa berbuat sesuatu dari sini. Namun Bumi terlalu jauh dan sesuatu di lubuk hati Bima selalu saja menahannya, 

"Dia bisa." bisik nurani Bima kepada logikanya yang kian meronta. 

"Kau tahu ini belum saatnya." suara itu kembali mengingatkan Bima.

 Bima menarik nafas dalam, mencoba menenangkan diri. Nafasnya perlahan kembali normal meski sekujur tubuhnya masih terasa tegang

"Kau bisa, Bumi," bisik Bima ke udara. Berharap kata-kata sunyinya terbawa angin dan menggapai Bumi. Menguatkan Bumi. Menemani Bumi melewati badainya sendiri. 

Hidup memang sangat menarik Tariannya bisa sangat lembut namun juga bisa menghempas. Dan kini Bumi sedang terhempas, Bima dapat merasakannya. Seperti juga ketika Bima yang terhempas. Bumi tak habis-habisnya dilanda gelisah karena tak bisa berbuat apa-apa. 

Keduanya hanya bisa saling mendoakan dalam diam dan membiarkan tarian hidup membentuk mereka. Mereka tahu, hanya dengan begitu mereka dapat dipersatukan kembali. Dalam bentuk yang lebih matang, murni dan baik untuk satu sama lain. 

Astungkara.




Jakarta, 1 Juni 2015

Monday, March 23, 2015

48 Hal yang Saya Ketahui dengan Pasti -- Artikel Terjemahan dari 48 Things I Know for Sure oleh Sandra Bienkowski

Pagi ini saya menemukan artikel keren di www.huffingtonpost.com. Artikel ini berjudul "48 Things I Know for Sure".  Artikel ini ditulis dengan sangat ringkas, padat dan blak-blakan oleh Sandra Bienkowski. Saya pikir, sayang juga ya kalo bacaan sebermanfaat ini ga ada terjemahannya. Nanti yang bisa baca hanya sebatas orang-orang yang ngerti bahasanya aja dong. Oleh karena itu, saya akan mencoba menerjemahkan artikel tersebut di sini. Semoga bermanfaat yaa.

Berikut terjemahan artikel-nya  versi saya.

48 Hal yang Saya Ketahui dengan Pasti

Kita selalu bisa mempelajari sesuatu dari orang-orang yang muncul di kehidupan kita. Ada orang-orang yang akan menunjukkan kita hal-hal yang sebaiknya tidak kita tiru, dan ada juga orang-orag yang membagi sedikit kebijaksanaan mereka sehingga kita bisa memperbaiki hidup kita sendiri. Baru-baru ini, saya mengunjungi studio seni milik pelukis Jonas Gerard. Saat itu dia bilang kepada saya bahwa untuk dapat berkarya, seseorang harus mampu meredam kritikan yang timbul dari dalam dirinya.  “Pikiran yang terlalu banyak hanya akan membuat karyamu  berantakan,” ujarnya. Saya jadi ingat perkataan  professor jurnalisme favorit saya yang juga seorang fotografer di National Geographic, Yva Momatiuk. Beliau mengajarkan saya untuk jangan pernah menyesali pengalaman-pengalaman hidup yang menyakitkan, karena pengalaman-pengalamanan tersebutlah yang menandakan bahwa saya benar-benar hidup.
Saat Oprah berhenti membawakan acara yang sudah lama tayang di televisi, dia banyak berbagi pelajaran-pelajaran hebat dalam hidupnya dan mengemasnya dalam sebuah buku berjudul What I Know for Sure atau dalam bahasa Indonesia berati Apa yang Saya Ketahui dengan Pasti. Saya kemudian memutuskan menuliskan sebuah daftar tentang 48 hal yang saya ketahui dengan pasti. Daftar ini sebagian berasal dari pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan yang saya dapat semasa bersekolah. Sebagian lainnya saya dapatkan dari orang-orang yang lebih bijaksana. Tidak semua pelajaran hidup harus dipelajari dengan cara menderita. Kita pun bisa sedikit lebih cepat menikmati kebahagiaan hidup kalau mampu membuka diri untuk belajar dari orang lain
48 Hal yang Saya Ketahui dengan Pasti
1. Benahi dulu diri Anda.
2. Pilih dengan bijak teman-teman Anda, karena mereka inilah yang akan mempengaruhi Anda
3. “Ketika seseorang menunjukkan siapa diri mereka, percayailah.” –Maya Angelou
4. Jika si dia benar-benar serius menjalani hubungan dengan Anda, maka semestinya takkan ada misteri dalam hubungan tersebut.
5. “Merasa lebih baik” dan “Menjadi lebih baik” adalah dua hal yang berbeda.
6. Bacalah buku yang benar-benar Anda suka.
7. Jangan berhenti berusaha untuk mengurangi hal-hal yang mengganggu Anda. Perkecil terus jumlah gangguan itu.
8. Jika Anda benci pekerjaan Anda, berhenti dan cari pekerjaan lain. Anda berhak bangun setiap hari dengan perasaan suka cita, bukan dengan perut melilit. 
9. Setiap keputusan yang Anda buat, sekecil apa pun itu, akan mempengaruhi penilaian Anda terhadap diri Anda sendiri.
10. Jangan bersitegang. Ciptakan rumah dan lingkungan yang bebas dari ketegangan. Jika rumah Anda penuh dengan ketegangan emosi, anak-anak Anda sudah pasti merasakannya juga.
11. Hidup akan tetap sama jika Anda juga begitu.
12. Milikilah kesadaran bahwa keputusan sekecil apa pun mampu mengubah segala hal.
13. Kekuatan Anda akan memandu Anda ke tujuan hidup Anda
14. Jika Anda diajarkan bahwa hidup itu sulit dan Anda harus berjuang, jangan lagi percayai hal itu. Hidup dapat membantu Anda bertumbuh. 
15. Jangan memacari atau mengencani orang yang ingin Anda tolong atau perbaiki.
16. Jangan berpacaran dengan orang yang tak punya empati.
17. Tanya diri Anda, apakah ada hal yang tak mau Anda hadapi. Kemudian lakukan hal yang biasanya dihindari banyak orang: Hadapi hal tersebut. Jangan ditunda atau disembunyikan lagi. Perbaiki.
18. Putuskan hidup macam apa yang Anda inginkan. Kemudian, mulai bangun hidup Anda berdasarkan visi tersebut.
19. Belajar dari kesuksesan orang lain agar Anda tidak membuang banyak waktu.
20. Tandanya Anda cocok dengan pasangan Anda: hidup menjadi lebih baik. Titik.
21. Jadilah pendengar yang baik. Usahakan lebih berminat terhadap orang lain daripada terhadap diri sendiri.
22. Menikahlah dengan orang yang bisa menjadi sahabat Anda.
23. Hadapi sisi kelam diri Anda dan jangan tolak keberadaannya.
24. Anda bisa belajar sesuatu dari setiap orang.
25. Jangan jadi korban.
26. Rancang hari-hari Anda, penuhi dengan hal-hal kecil yang membuat Anda bahagia.
27.  Miliki batasan dengan orang-orang yang ada di hidup Anda.
28. Jangan lagi terpana dengan cerminan orang. Jangan biarkan orang lain mengatur perasaan Anda.
29. Jangan menelantarkan diri Anda demi orang lain.
30. Jangan sembunyikan ketidaksempurnaan Anda dari orang lain. Ketidaksempurnaan dapat mengakrabkan kita dengan orang lain.
31. Jangan mencoba memperbaiki orang tua Anda.  Bertanggung jawablah atas perilaku dan sikap Anda sendiri.
32. Anda yang mengajarkan orang lain bagaimana mereka harus memperlakukan Anda.
33. Setiap hari, lakukanlah setidaknya satu hal yang Anda sukai.
34. Jujurlah setiap waktu. Kejujuran akan meringankan beban Anda.
35. Jika Anda rapuh, Anda akan memilih orang-orang yang rapuh juga
36. Jangan pernah langsung bereaksi secara emosional terhadap sesuatu yang baru terjadi. Berpikirlah lebih dulu.
37. Setiap hari, jagalah ucapan Anda.
38. Apa yang dilakukan dan diucapkan orang lain, besar hubungannya dengan orang tersebut, dibandingkan dengan diri Anda.
39. Jika suatu hal harus menjadi sebuah rahasia, sebaiknya hal tersebut tidak usah Anda lakukan.
40. Anda lebih kuat dari yang Anda kira.
41. Tersenyum dan sapalah orang lain.
42. Perhatikan sopan santun Anda. 
43. Belajarlah untuk membuat diri Anda nyaman.
44. Banyak permasalahan yang sebenarnya bisa diselesaikan jika saja orang mau membicarakannya secara terbuka.
45. Antisipasi adalah bagian besar dari kebahagiaan. Rencanakan sesuatu yang membuat Anda merasa bahagia memikirkan hari esok.
46. Hidup penuh syukur adalah jalan menuju kebahagiaan.
47. “Takkan ada yang berhasil sampai Anda sendiri yang melakukannya” Maya Angelou
48. Anda sudah tahu jawabannya.

Anda sendiri, apa yang Anda ketahui dengan pasti?

Wednesday, March 18, 2015

Malamku



Starry Starry night by DaraDPhotography  


Malam, pelindungku,
Hening dan temaramnya 
tak membakar semangatku
tak memburu nafasku
Dia setia memelukku 
seperti rahim seorang ibu

Di situ semua lelah terbasuh
Kekusutan benak terurai
Satu demi satu
lembut dan menenangkan

Malam, bagiku tak lagi suram
Gulitanya menyejukkan
Membasuh jiwa raga yang lunglai terpapar keramaian
yang terdera ketergesaan setiap fajar menjelang

Malamku sangatlah pengasih
Membiarkanku menjadi diriku seada-adanya
Melucutiku dari topeng dan peran
serta kabut emosi yang sepanjang hari melekat kencang pada diri ini

Aku tak pernah menyangka ada kelembutan semegah ini
Tak pernah kusangka gulita dan heningnya bisa begitu menyembuhkan

Rasanya baru kemarin aku berbangga hati memuja mentari.

Kini di setiap senja kubisikkan
"Bawalah aku pulang
Aku milikmu, wahai kelam"

Sunday, July 28, 2013

Just Be

The more I see you
The more I see in you
The more I feel you

Those affectionate touches
and kisses
They relax us
They open us
They soften us
They heal us

The way you let me touch you
The way your fingers 
trace my skin, 
How come
There's so much affection
in such sensual gestures
How come
There's overflowing compassion
in such burning desire
How come
every moment feels like an invitation
to enjoy
to savor
to come home to
every inch of your being
every breath you breathe
the very you

And tenderness
is when you wrapped me around in your arms
when you hold me close
to your chest
to feel the warmth 
of your body
to merge with your energy
to be savored
completely

Resting there
and just be
No longer feeling thirsty
It's all quenched
No longer need to seek
I'm now found
No more endless quest
I'm now home