Indonesian Folktales

Wednesday, January 16, 2013

Perih Ini Lagi


Perih ini lagi
Yang tak bernama
Yang tak pernah punya etika
Muncul di waktu-waktu semestinya manusia bahagia
Ketika pagi merekah
saat terkasih menyapa
Ketika semburat senja pamerkan tariannya
Atau saat malam menghias diri dengan taburan bintang

Perih ini lagi
Tak jelas darimana asalnya
Memotong separuh semua ceriaku
Tawaku tinggal setengah
Senyumku berhenti di tengah
Merantai nafas yang ingin lepas
Membuat banyak kata terhenti di dada

Perih ini lagi
Beritahu aku siapa kamu
Dan darimana asalmu
Bawa aku kemanapun kau mau
Ceritakan kisahmu
Aku di sini
Akan tetap di sini
Sampai aku mengenalmu
Sampai tak lagi kau terasa
Perih bagiku

Saturday, January 12, 2013

In Go(o)d Hands


In haste I saw her
welcoming my weary smile
and teary eyes
with a casual embrace
and ensuring gaze
Opening a sacred space
for us two
amid the trance
among the crowds

I shivered
she answered calmly
to my every worries
and smile carefreely
letting me be
in the freedom to feel
anxious
broken
fragile

She took my hand
and climbed up the hill
a beautiful spot
chairs at the top
then there we sat
looking down to the ocean
there she said
Everything is in good hands
  
I raised my head
looking at her so close for the first time
I sighed
A sweet relief
recognizing her at last
As me