Indonesian Folktales

Showing posts with label Empath. Show all posts
Showing posts with label Empath. Show all posts

Friday, January 20, 2017

Sedikit "Survival Kits" Untuk Empath


Halo,

Maafkan keterlambatan saya yang amat sangat ini dalam memposting kelanjutan tentang “Empath”. Setelah mendapat tanggapan cukup banyak di bagian komentar blog maupun di e-mail pribadi saya, saya memutuskan untuk menuliskan lagi tentang Empath. Meski mungkin baru sedikit yang bisa saya bagi di blog ini tapi saya harap bisa cukup membantu teman-teman yang memiliki kepekaan tinggi (highly sensitive).

Hari ini saya ingin berbagi tips pribadi, hasil trial dan error bertahun-tahun, semacam “survival”  tips saya menjalani keseharian. Tips ini tentunya bersifat cocok-cocokkan, jadi silakan disesuaikan dengan kata hati dan kondisi lingkungan masing-masing ya :)

Saya mau mulai dari yang umum dulu. Sebagai highly-sensitive/empath, saya merasa perlu mengenal diri saya sendiri. Apa yang bisa diterima tubuh dan pikiran dan apa yang tidak. Dan ternyata tubuh saya tidak begitu suka dan bisa menerima makanan/produk yang memuat banyak proses kimianya. Kalau sudah mengkonsumsi terlalu sering makan makanan cepat saji atau mengandung banyak pengawet, perut saya yang paling cepat bereaksi. Maag kambuh. Sehabis itu psikis saya juga protes – saya jadi rentan stress dan gangguan kecemasan (anxiety disorder) pun jadi sering kumat. Dan hal ini tidak terbatas pada makanan saja. Bisa dari sabun, shampoo, parfume, minuman, dan lain-lain. Kadang karena durasi bersosialisasi yang panjang atau berada di tempat yang terlalu ramai.  Jika sudah “terkena”  ketidakseimbangan seperti ini, saya biasanya melakukan pertolongan pertama pada diri saya sendiri. 


Pertolongan pertama saya sebagai empath adalah sebagai berikut:
1.     Menyepi (bisa di dalam kamar, atau jika di keramaian carilah tempat seperti toilet, musholla atau perpustakaan dan ruangan lain yang suasananya tenang). Semakin kuat seorang empath, biasanya semakin sedikit waktu yang dia butuhkan untuk menyepi di dalam ruangan. Dulu kalau saya merasa sangat butuh menyepi, saya bisa berada di ruangan tersebut seharian sampai kondisi fisik maupun emosi kembali stabil. Saat ini saya hanya butuh paling lama 2 jam.

2.     Selalu siapkan essential oil sebagai aroma therapy. Terapi wewangian ini sudah dikenal sejak lama dapat membantu hormon, kerja otak dan emosi manusia untuk lebih stabil dan suportif terhadap pemulihan atau proses kesembuhan maupun mental seseorang. Carilah wewangian yang cocok yang sifatnya “calming dan grounding”, karena jika sedang tidak seimbang, seorang empath mudah kehilangan titik tumpu diri dan merasa hilang fokus. Saya sendiri merasa aroma yang paling grounding adalah tea tree, cinnamon (paling ok untuk menaikkan mood),  orange dan patchouli.

3.     Nafas. Ketika sudah menemukan tempat yang cukup tenang, bernafaslah teratur. Usahakan untuk bernafas lebih dalam dan perlahan. Untuk yang muslim bisa disertai dengan berdzikir. Bernafas dengan cara seperti ini membantu tubuh menjadi lebih tenang dan mengembalikan fokus yang “tercecer”.

4.     Air putih hangat. Air putih sudah sejak lama dikenal sebagai sarana lembut menetralisir keadaan tubuh dan juga memiliki efek menenangkan bagi organ dalam. Minumlah perlahan air putih hangat sampai tubuh terasa lebih enak.

5.     Musik lembut. Ini juga salah satu P3K yang menurut saya paling manjur selain wangi-wangian. Selalu sediakan musik lembut di MP3 player atau ponsel, agar mudah dijangkau kapan pun dibutuhkan.

6.     Dupa. Saya senang beberapa wangi dupa. Sangat menenangkan dan beberapa juga mengingatkan saya akan suasana di Bali. Menyalakan dupa juga dipercaya dapat membersihkan ruangan dari energi negatif.

7.     Minyak angin. Untuk saya, perut dan kepala adalah organ yang paling peka terutama jika mulai terpapar dengan energi orang yang kurang cocok. Perut saya akan langsung bereaksi (bisa maag, bisa mual atau mendadak ingin ke belakang) dan kepala bisa langsung pusing/migren. Di sinilah minyak angin berperan sangat penting :)

8.     Doa. Kenapa berdoa tidak saya tempatkan pada urutan pertama? Karena saya hanya bisa fokus berdoa saat tubuh sudah cukup terasa tenang dan aman :) Doa di sini penting selain untuk membersihkan diri dari hawa-hawa negatif juga dapat menambah keyakinan dan kekuatan diri kita dari dalam. 

9. Speed Dial orang yang paling paham kondisi kita. Di ponsel saya ada nama-nama teman atau keluarga yang paling paham dengan kondisi saya. Di momen-momen emergency, saya akan menelepon salah satu dari mereka dan biasanya hanya dengan mendengar suara atau mengobrol sebentar dengan mereka bisa membantu mengembalikan fokus saya. 

Hmm apalagi ya? Tips di atas bisa dikembangkan sendiri sesuai selera dan keadaan. Dan jangan lupa rajin-rajin baca artikel yang memuat informasi seputaran mengelola kepekaan kita. Satu hal lagi, alangkah baiknya jika seorang empath juga menciptakan suasana selaras  tidak hanya dengan tubuh namun dengan lingkungan di mana pun mereka berada, setidaknya di rumah atau di kamar tidur.  

Untuk tubuh, sejak saya rutin yoga dua kali seminggu selama 4 bulan ini, saya merasa daya tahan tubuh maupun mental saya bertambah drastis. Saya tidak mudah goyah ketika berhadapan dalam situasi yang hiruk pikuk maupun penuh konflik. Tubuh juga tidak mudah sakit. Dan jika pun sampai drop secara mental dan fisik, pemulihannya sangat cepat. Jadi jika ada yang berkesempatan untuk yoga, cobalah dirutinkan. Hatha yoga saja… yang gentle, ga perlu yang heboh-heboh. Lakukan rutin minimal 2x seminggu dan konsistenkan minimal 6 bulan. Kalau dilakukan dengan baik, semestinya dalam waktu 3 bulan sudah terlihat hasilnya terutama di psikis.

Untuk lingkungan, karena saya bekerja di rumah dan saya butuh dekat dengan alam, saya selalu mendandani rumah dan kamar dengan membawa tanaman masuk ke dalam ruangan. Saya juga sebisa mungkin memastikan ruangan minim barang berserakan. Ruangan yang lega dan minim barang sangat baik untuk sirkulasi udara dan energi.  Menjadikan suasana rumah lebih kalem, energi positif dari tanaman bisa membantu kita menetralisir hawa yang tidak selaras dengan kita.

Hmmm.. mungkin segitu dulu yang bisa saya bagikan. Sebenarnya ada banyak sekali cara atau tips lain. Tapi coba yang ini dulu yah. Silahkan jika ada yang punya tips lain, bisa di share di bagian comment biar kita semua saling memperkaya dengan info dan bisa saling menguatkan. :)

Salam sehat dan Damai

Thursday, January 26, 2012

My Empath Quiz Result

Took the quiz just now from this website http://empathconnection.com/
The result is kinda accurate...

You Scored as Healer
You are a Healer Empath. You take in the energy of others and transmute it. You trigger transformation in others and free trapped energy. You are capable of great healing abilities. You walk between the worlds and bring waves of healing energy with your presence. (from "The Book of Storms" by Jad Alexander at http://groups.yahoo.com/group/Empaths/)

Healer

85%
Universal

85%
Fallen Angel

80%
Artist

75%
Precog

70%
Traveler

65%
Shaman

65%
Judge

60%

Sunday, January 15, 2012

Apakah Anda Seorang Empath ?


Diadaptasi dari Buku karangan Dr. Judith Orloff « Emotional Freedom :Liberate Yourself From Negative Emotions and Transform Your Life » (Three Rivers Press, 2011)

Kaum empath adalah individu yang sangat peka, terutama terhadap emosi. Mereka mampu merasakan segalanya bahkan terkadang sampai ke titik ekstrim. Dan mereka sendiri biasanya bingung dan tidak dapat menjelaskan apa yang mereka rasakan. Kaum empath menggunakan intuisi sebagai filter dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Pada umumnya, mereka terlahir dengan sifat memberi, matang secara spiritual dan mereka adalah pendengar yang baik. Jika Anda membutuhkan sebuah hati yang lapang, Anda bisa mendapatkannya dari seorang empath. Mereka adalah teman yang akan selalu ada di sisi Anda baik dalam suka maupun duka. Empath memiliki sifat pengasuh yang sangat tinggi.

Ciri khas seorang empath adalah bisa mengetahui sifat asli seseorang. Beberapa empath dapat mengetahui hal ini tanpa harus ikut merasakan emosi atau perasaan orang lain. Namun, biasanya kaum empath seperti saya dan banyak pasien saya lainnya, hidup seperti spons yang menyerap emosi negatif orang lain. Dan hal ini sering kali mengalahkan kemampuan kami menyerap emosi-emosi positif dan hal-hal indah lainnya. Jika kaum empath dikelilingi kedamaian dan cinta kasih, tubuh mereka dapat mengasimilasi emosi ini hingga berguna untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka. Sebaliknya, dalam lingkungan yang sarat emosi negatif, kaum empath mudah merasa terancam dan  kelelahan. Dan secara tidak sadar, sebagai salah satu bentuk pertahanan, banyak kaum empath yang menaikkan berat badan sebagai tameng. Saat berat badan mereka lebih ringan, mereka cenderung lebih rentan terhadap emosi negatif. Hal ini juga yang menjadi salah satu pemicu timbulnya pola makan berlebihan yang saya gali di buku saya yang berjudul Positive Energy. Ditambah lagi, kepekaan kaum empath bisa meluap-luap saat menjalani suatu hubugan romantis. Oleh karena itu banyak dari mereka memilih hidup melajang karena belum mampu mengelola keunikan kepekaan ini dengan pasangannya.

Ketika empath menyerap dampak emosi negatif, mereka bisa terserang panik atau panic attack, menderita depresi, pola makan, perilaku seks serta konsumsi obat-obatan yang berlebihan, dan mereka juga dapat menderita berbagai gejala penyakit fisik yang tak terdeteksi secara medis maupun tradisional dari kelelahan hinggga agoraphobia. Karena saya sendiri adalah seorang empath, saya ingin membantu para pasien yang juga kaum empath untuk bisa mengelola kepekaan mereka agar mereka dapat hidup dengan nyaman.

Empati tak selalu harus membuat Anda merasa kewalahan. Sejak saya mulai bisa memusatkan diri dan mengalihkan perhatian dari emosi negatif orang-orang di sekitar saya, empati terus menerus membuat saya merasa lebih bebas, lebih memiliki rasa cinta kasih, vitalitas dan membuat hidup saya penuh dengan keajaiban. Untuk mencari tahu apa Anda termasuk seorang empath, silakan isi kuis di bawah ini.

KUIS: APA SAYA SEORANG EMPATH?
Tanyakan diri Anda?
  • Apa saya selalu dianggap sebagai orang yang “terlalu emosional” atau terlalu sensitif?
  • Jika seorang teman sedang bermasalah, apa saya juga mulai merasakan hal yang sama?
  • Apa perasaan saya mudah tersakiti?
  • Apa saya merasa lelah secara emosional jika berada di tengah keramaian dan apa saya memerlukan waktu untuk menyendiri untuk memulihkan diri?
  • Apa syaraf-syaraf saya mudah tegang karena suara, bau atau pembicaraan yang berlebihan?
  • Apa saya lebih suka jika memiliki kebebasan meninggalkan suatu acara kapanpun saya mau?
  • Apa saya suka makan berlebihan untuk meredakan stress?
  • Apa saya takut menjalani hubungan asmara?
Jika jawaban Anda adalah “Ya” untuk 1-3 dari pertanyaan di atas, maka Anda setidaknya memiliki karakter seorang empath. Jika jawaban Anda untuk lebih dari 3 pertanyaan di atas adalah “Ya” maka Anda telah menemukan tipe emosi Anda.

Dengan menyadari bahwa Anda adalah seorang empath, Anda telah mengambil langkah pertama untuk mengendalikan emosi Anda dan untuk berhenti tenggelam dalam emosi-emosi yang tidak diinginkan. Dengan memusatkan diri pada empati, Anda dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hubungan Anda.

Tahapan Tindakan Emosional. Cara Menemukan Keseimbangan.

Terapkan langkah-langkah berikut untuk memusatkan diri.
  • Luangkan waktu untuk menyendiri dan melepaskan ketegangan emosi. Biasakan untuk rehat sebentar di sela-sela kegiatan harian Anda. Anda bisa berjalan-jalan di area kantor, merenggangkan tubuh atau keluar ruangan untuk sekedar menghirup udara segar. Rangkaian istirahat pendek ini akan mengurangi stimulasi berlebihan yang terus-menerus ada di sekitar Anda.
  • Meditasi Pendek. Jika Anda merasa kwalahan karena emosi yang berlebihan, cobalah bermeditasi selama beberapa menit. Meditasi pendek dapat membantu Anda memusatkan diri agar Anda tidak menyerap energi orang lain.
  • Ketahui dan hormati kebutuhan Anda sebagai seorang empath. Lindungi kepekaan Anda dengan cara:
    • Jika seseorang terlalu banyak menuntut atau meminta dari Anda, Anda bisa dengan sopan mengatakan “tidak”. Anda juga tidak perlu memberikan penjelasan. Seperti kata pepatah, “Tidak adalah sebuah kalimat lengkap.”
    • Jika durasi kenyamanan Anda dalam bersosialisasi adalah maksimal tiga jam – bahkan jika Anda menyukai orang-orangnya – Anda selalu boleh pergi kapanpun Anda mau.
    • Jika berada di keramaian menimbulkan perasaan tidak nyaman, cobalah mengkonsumsi makanan tinggi protein sebelumnya (makanan tinggi protein dapat membantu Anda grounding atau lebih menjejak bumi). Anda juga bisa memilih untuk duduk di sudut ruangan. Hindari berdiri atau duduk di tengah-tengah atau pusat keramaian.
    • Jika Anda merasa terganggu oleh aroma parfum tertentu, Anda bisa dengan sopan meminta teman Anda agar tidak memakai parfum dengan aroma tersebut saat bertemu dengan Anda. Atau jika Anda tidak bisa menghindarinya, cobalah berdiri atau duduk di dekat jendela atau Anda bisa keluar ruangan sebentar untuk menghirup udara segar.
    • Jika Anda punya kecenderungan makan berlebihan untuk menghalau rasa tidak nyaman dari energi negatif yang Anda rasakan, Anda bisa bermeditasi sebentar sebelum memutuskan untuk makan. Untuk berjaga-jaga, Anda juga bisa meletakkan alas meditasi atau kursi di ruang makan supaya Anda bermeditasi dan menahan diri untuk mengemil.
    • Ciptakan sebuah ruang pribadi di rumah. Dengan begitu, Anda tidak kelelahan karena merasa selalu dikelilingi anggota keluarga. (Bab 8 membahas tentang tata letak hunian nontradisional yang sesuai bagi kenyamanan seorang empath)
Seiring waktu, Anda bisa menambahkan poin-poin yang sesuai dengan pengalaman Anda ke dalam daftar ini agar Anda dapat terus mengembangkan tingkat kenyamanan Anda. Anda tak perlu menerapkan semuanya setiap kali Anda merasa terbebani secara emosi. Dengan sedikit demi sedikit menerapkan sebagian dari langkah-langkah di atas, kaum empath dapat lebih cepat merasa nyaman, aman dan dapat mengembangkan potensi mereka sepenuhnya.

sumber: http://www.drjudithorloff.com/Free-Articles/emotional-empath-EF.htm