Indonesian Folktales

Saturday, February 5, 2011

Hidupi Di Momen Ini

Beberapa hari lalu saya lihat-lihat koleksi foto lama. Jumlahnya lumayan banyak, mungkin sampai ratusan. Untuk saya, tiap momen sedih maupun senang, selalu layak diabadikan. Dulu hobi ini sempat mengulik pikiran saya sendiri…kenapa ya kok saya hobi sekali memfoto tiap momen di hidup ini. Tak peduli jika saat itu saya sedang sedih atau marah atau apalah yang mungkin orang lain bilang tak layak difoto, I just love to capture it.
Kembali ke lihat-lihat koleksi foto. Saya tak sangka punya perasaan seperti ini : Betapa saya telah menyia-nyiakan waktu dengan terlalu sibuk memikirkan hal lain.
Saat menatap satu foto saya yang sedang tersenyum lelah di taman kantor saya yang lama, saya jadi berpikir, waktu foto itu diambil saya pasti sedang berharap untuk bisa cepat pulang dari kantor.
Waktu begitu cepat pergi. Andai saat foto itu diambil saya tak berpikir hal-hal lain tapi menikmati saja kelelahannya waktu itu..andai waktu itu saya tahu saya akan merasakan kehilangan momen seperti saat ini…
Lalu foto yang lain lagi…foto ketika saya di bali tersenyum puas ditengah teman-teman tersayang. Saya tahu persis arti senyum itu. Saya tersenyum karena ingin menunjukkan akhirnya saya bisa melawan rasa takut saya akan terbang dengan pesawat, ingin menunjukkan akhirnya saya berpergian dan bersenang-senang seperti orang normal lainnya. Senyum yang seakan berkata “look at me…I can be happy too”. Ketika saya lihat foto itu, saya jadi berpikir, andai saja saat itu saya hanya tersenyum karena menikmati semua berkah. Tersenyum tanpa motif apa-apa. Tersenyum karena mencintai hidup apa adanya. Oh dear…betapa banyak momen yang hilang begitu saja karena pikiran ini terus menerus melihat keluar. Betapa banyak berkah dan pelajaran hidup yang mungkin saya lewatkan karena pikiran ini tak pernah mau diam, memerhatikan  dan ikut menikmati.
Pagi ini saya terbangun dikejutkan oleh berita duka yang datangnya dari seorang selebriti ibukota. Aktor muda yang juga politisi itu wafat semalam. Saya bukan penggemar berat dia. Namun selalu, berita kematian siapapun…apalagi sejak insiden koleksi foto itu, membuat saya merasakan kedukaan yang mendalam. Menyayangkan mengapa orang semuda itu harus pergi secepat ini. Menyayangkan keluarga yang ditinggalkan. Menyayangkan apa dia juga kehilangan banyak momen di hidup ini. Lalu saya bertanya pada diri sendiri dalam hati, apa saya akan terus memikirkan hal lain di luar hidup saya sendiri dan diri saya sampai tiba saatnya nanti untuk pergi?
Semoga detik ini juga saya bisa memusatkan perhatian saya penuh untuk momen ini. Semoga mulai detik ini saya mampu mengatakan hal yang selalu ingin saya katakan tanpa perlu cemas memikirkan pendapat orang lain. Semoga mulai detik ini saya bisa melakukan apa yang saya inginkan tanpa takut akan penilaian orang lain. Semoga mulai detik ini saya selalu ingat untuk hanya hidup di momen saat ini..live in the present karena ya hanya momen ini yang saya punya…saya tak pernah tahu kapan momen selanjutnya akan datang atau tidak sama sekali.
Di pesawat, di tengah-tengah teman tersayang
Sekarang pun saya mengerti kenapa orang selalu senang dengan istilah "the good old days". Karena betapapun getirnya saat ini, ketika kita sudah melewatinya melangkah jauh di depan dan menoleh lagi ke belakang, kegetiran itu tak ada artinya. Yang tertinggal hanya kenangan. Yang tertinggal hanyalah pengalaman yang memperkaya hidup kita. Pahit dan manisnya tak lagi penting.
2/5/2011

No comments:

Post a Comment